Investigator, Karawang
Pengerjaan penurapan Jl. Balonggandu – Jebug, Kec. Jatisari, diduga kuat masa bodo spesifikasi, asal gue untung.
Dari pantauan awak media di lokasi pekerjaan, dari billboard proyeknya saja sudah terlihat jika SPK – nya belum terregistrasi alias bodong: SPK No: 027.2/…/10.2.01.0033.7.1/KPA-JLN/PUPR/2025 Tanggal 05 Mei 2025. Artinya, apa yang sedang dikerjakan oleh CV. Niscala Aksara Jaya, yang berdomisili di Dsn. Rumambe II, RT. 003/002, Ds. Anggadita, Kec. Klari, Kab. Karawang itu, disinyalir curi start.

Parahnya lagi, pekerjaan penurapan dengan volume P = 215 M, T = 1,30 M (kanan) tersebut, dilakukan pada saat debit air sedang deras – derasnya. Entah kenapa, para pekerja menganulir untuk menggunakan kisdam.
Perlu diketahui, kisdam adalah struktur bangunan air sementara, yang digunakan untuk menahan atau mengendalikan aliran air, sehingga nantinya para pekerja bisa melaksanakan tanggung jawabnya sesuai dengan Juklak dan Juknis.

Salah seorang pekerja ketika dikonfirmasi mengatakan, jika pada awal pekerjaan air sempat dikeringkan.
“Pada awal pelaksanaan pekerjaan, air sempat kita keringkan. Sekarang dibuka kembali dikarenakan para petani sedang membutuhkan air,” ucap Ujang (samaran, red), Kamis (6/6/25).
Namun herannya, saat ditanya apakah pernah menggunakan kisdam atau tidak, Ujang (samaran, red) hanya mengulang – ulang jawabn serupa, jika awalnya air sempat dikeringkan.

Di dorong rasa penasaran, Sang Reporter pun akhirnya melakukan pengambilan dokumentasi pada sisi ujung pekerjaan yang masih baru dikerjakan. Benar saja, terlihat sangat jelas, jika pasangan batu fondasinya hanya asal berdiri saja di atas lumpur.
Dugaan jika apa yang dikerjakan oleh Oknum yang hanya berusaha meraup keuntungan pribadinya tersebut, semakin kuat saja. Proyek senilai Rp189.126.000.00,- (seratus delapan puluh sembilan juta seratus dua puluh enam ribu rupiah) yang bersumber dari PAD Kab. Karawang TA 2025 itu, menjadi PR semua pihak, khususnya pihak terkait yang berkepentingan dan jika ternyata ada fakta pengabaian, maka dipastikan adanya konspirasi. (Red)


















